Timer 555 - Multivibrator

Tags

Timer 555 - Peralatan yg sanggup mengukur interval waktu. IC Timer elektronik. bisa menghasilkan penundaan waktu yg stabil dari urutan mikrodetik ke pulsa serta bertindak sebagai Multivibrator.

Timer 555 paling populer, murah serta serbaguna yg pernah ada diunitsi. Termasuk 25 transistor, 2 dioda serta 16 resistor pada chip silikon yg dipasang di 8-pin Dual-In-Line IC package (DIP). 

Memberikan sinyal periodik ke sistem digital yg mengubah keadaan sistem. Sirkuit bekerja pada basis perubahan multivibrator atau perangkat, dipakai sebagai Multivibrator disebut Timer.

Rangkaian Terintegrasi Monolitik Digital sebagai Generator Clock. Rangkaian sanggup dihubungkan sebagai Multivibrator Stabil atau Monostable. Rangkaian Waktu Monolitik, menghasilkan Pulsa Timing Akurat dengan 50% atau 100% siklus kerja.

Konstruksi & Blok Diagram

Produsen 555 Timer contohnya NE555, CA555, SE555, MC14555. Dua 555 Timer dalam satu chip 556. tersedia empat 555 Timer di dalamnya. Perangkat dalam IC melingkar delapan (8), DIP (Dual inline Package) 8 pin atau DIP 14 pin.

Pin Configuration

Pin 1 (Ground):
Menghubungkan dengan Suplai Negatif atau GND dari tegangan suplai.

Pin 2 (Trigger):
Memulai pengatur waktu 555. Keadaan output dari timer naik menso ON saat tegangan pin 2 turun di bawah sepertiga tegangan suplai serta status output dari timer ke OFF saat tegangan pin 2 naik sampai dua pertiga tegangan suplai.

Pin 3 (Output):
Mengambil pulsa output dari pin no-3. Tegangan output secara pribadi berkaitan dengan tegangan suplai. Ketika tegangan suplai 15V maka tegangan output 13.3V serta saat tegangan suplai 5V maka tegangan output 3.3V.

Arus keluaran maksimum  200mA pada tegangan output 13.3V. Cukup untuk menggerakkan satu atau dua LED bersamaan. Ketika menggerakkan beban arus besar seperti  Motor DC, harus menghubungkan beban melalui Transistor Daya.

Pin 4 (Reset):
Mengatur ulang timer. Sinyal Input Rendah Aktif.
 ➽  Ketika Reset terhubung ke Ground atau 0V
Maka Reset sinyal output serta (Pin No-3) ke keadaan Nol atau Reset.
 ➽  Ketika Reset pin terhubung ke +Vcc
Timer bertindak sebagai Multivibrator serta output ditemukan dari pin keluaran.

Pin 5 (Kontrol Tegangan):
Menggunakan pin kontrol sanggup mengontrol karakteristik pulsa output ibarat Frekuensi, Lebar pulsa, Siklus kiprah dll. Pembagi tegangan eksternal dipakai untuk menciptakan Tegangan Referensi. Mmengontrol pin. Menurut karakteristik tegangan rujukan pulsa output ditetapkan.

Tegangan Kontrol divariasikan 45 sampai 90% dari Vcc dalam Mode Monostable, memungkinkan mengontrol lebar pulsa output dari RC. Ketika dipakai Mode Astabil, tegangan kontrol bervariasi dari 1.7V ke Vcc. 

Memvariasi tegangan Mode Astabil menghasilkan keluaran Modulasi Frekuensi (FM). Jika pin kontrol-tegangan tidak digunakan, direkomendasikan untuk dilewati ke tanah, dengan kapasitor sekitar 0.01uF (10nF) untuk kekebalan terhadap Noise, sebab ini Input Komparator.

Pin 6 (Threshold):
Ambang Batas. Memantau tegangan di kapasitor yg dilepaskan oleh pin 7.

Pin 7 (Discharge):
Mengeluarkan kapasitor eksternal yg bekerja dengan resistor untuk mengontrol Interval Waktu RC. Sebagian besar sirkuit, pin 7 terhubung ke Vcc melalui Resistor serta ke Ground melalui Kapasitor.

Pin 8 (+Vcc):
Menghubungkan suplai Tegangan Positif. Tegangan suplai +5 V sampai +15 V.




Jenis 555 Timer & Mode Operasi

Tipe dasar 555 Timer sehubungan dengan mode fungsi serta operasi.
 ➽  555 Timer sebagai Multivibrator Astable
 ➽  555 Timer sebagai Multivibrator Monostable
 ➽  555 Timer sebagai Multivibrator Bi-Stabil


ASTABLE Multivibrator

Mode Self-Triggering, Timer dipakai dalam mode ini sebagai Clock Pulse Generator atau Oscillator. Timer beralih antara dua status stabil semu serta tanpa masukan pemicu eksternal.



f = 1.44 / {(R1 + 2R2) C} kHz
Ketika resistor dalam kΩ, kapasitor dalam satuan μF.

Ketika C meningkat maka Frekuensi menurun
Ketika C menurun maka Frekuensi meningkat

Periode output = 0,69x (RA + RB) x C
Periode output OFF = 0.69x (RB x C)

Frekuensi keluaran
f = 1,44 / {(6,8 + 2 x 68) 0,01} = 1,008 kHz

Periode output = 0,69x (RA + RB) x C = 0,69 x (6,8 + 68) x 0,01 = 0,51612
Periode output OFF = 0,69x (RB x C) = 0,69 x (68 x 0,01) = 0,4692.




MONOSTABLE Multivibrator

Operasi serta output Monostable 555 Timer persis sama dengan Transistor Perbedaannya kedua transistor digantikan perangkat Timer 555. Pertimbangkan sirkuit 555 Timer Monostable.

Ketika Pulsa Negatif (0V) diterapkan ke input pemicu (Pin-2) dari Osilator Timer 555, Komparator Internal mendeteksi input serta "Menetapkan" keadaan output dari keadaan "RENDAH" ke  "TINGGI". Gilirannya berubah "OFF" transistor terhubung ke pin 7, menghapus sirkuit pendek di kapasitor waktu eksternal C1.


Memungkinkan kapasitor waktu mulai mengisi melalui resistor, R1 sampai tegangan di kapasitor mencapai ambang (Pin -) tegangan dari 2/3 Vcc yg diatur oleh jaringan pembagi tegangan internal. 

Titik output komparator berjalan "TINGGI" serta "Me-Reset" flip-flop kembali ke keadaan semula "ON" transistor serta melepaskan kapasitor ke Ground melalui Pin-7. Menyebabkan output untuk mengubah statusnya. kembali ke nilai "RENDAH" stabil. Multivibrator Monostable mempunyai status stabil "SATU".


555 Timer Monostable memicu pada pulsa negatif yg diterapkan pada pin 2 serta pulsa pemicu harus jauh lebih pendek daripada lebar pulsa output yg memungkinkan waktu kapasitor waktu untuk mengisi.

Setelah dipicu, akan tetap dalam status output tidak stabil sampai periode waktu yg ditentukan oleh jaringan R1 x C1. Jumlah waktu tegangan output tetap "TINGGI" atau pada tingkat "1" logika.


Switchable 555 Timer



BISTABLE Multivibrator

Perangkat Bistable (Dua keadaan Stabil) dengan operasi serta keluaran dari 555 sanggup di-Bistable menso serupa dengan yg dipolimerisasi. Sirkuit sederhana memakai Osilator Timer 555.

Konfigurasi Bistable tidak memakai jaringan waktu RC untuk menghasilkan bentuk gelombang output sehingga tidak dibutuhkan persamaan untuk menghitung periode waktu rangkaian.


Peralihan bentuk gelombang output dicapai dengan mengendalikan pemicu serta meyesuaikan ulang input dari 555 timer yg diadakan "TINGGI" oleh dua resistor Pull-Up, R1 serta R2.

Dengan mengambil Input Pemicu (Pin-2) "LOW",
Ganti posisi Set, ubah status output ke status "HIGH"

Dengan mengambil Input Reset (Pin-4) "LOW",
Pindah posisi Reset, ubah output ke dalam keadaan “RENDAH”

Sirkuit akan tetap berada di satu keadaan tanpa batas. Kemudian timer 555 Bistable stabil di kedua keadaan, "HIGH" serta "LOW". Input Threshold (Pin-6) dihubungkan ke Ground untuk memastikan bahwa ia tidak sanggup mereset rangkaian bistable ibarat pada aplikasi timing normal.






Artikel Terkait