Konverter Analog-ke-Digital (ADC, A/D, A-to-D), Sistem yg mengubah sinyal analog, ibarat bunyi yg ditangkap oleh mikrofon atau cahaya yg memasuki camera digital, menso sinyal digital.
ADC menawarkan pengukuran yg terisolasi ibarat perangkat elektronik yg mengubah input tegangan analog atau arus ke digital yg mewakili besarnya tegangan atau arus. Output Digital yakni bilangan komplementer dua komparatif yg sebanding dengan input.
Analog to Digital Converter (ADC), Rangkaian terintegrasi elektronik yg dipakai untuk mengubah sinyal analog ibarat tegangan ke bentuk digital atau biner yg terdiri dari 1s serta 0s.
Bagian besar ADC mengambil input tegangan sebagai 0 hingga 10V, -5V hingga + 5V , dll. serta menghasilkan output digital sebagai semacam Angka Biner.
Jenis Konverter Analog ke Digital
➽ Dual Slope A/D Converter
➽ Flash A/D Converter
➽ Sigma Delta Σ-Δ A/D Converter
➽ Sigma Delta Σ-Δ A/D Converter
➽ Successive Approximation A/D Converter
➽ Dual Slope A/D Converter
Konverter A/D Kemiringan Ganda
Konverter Perbandingan ADC memakai rangkaian Integrator yg dibuat oleh Resistor, Kapasitor serta Kombinasi Penguat Operasional. Nilai set Vref, integrator imenghasilkan gelombang gigi gergaji pada output dari nol ke Vref.
Ketika gelombang integrator dimulai secara bersamaan, counter mulai menghitung dari 0 hingga 2 ^ n-1 di mana n yakni jumlah bit ADC.
Ketika tegangan input Vin sama dengan tegangan bentuk gelombang, maka rangkaian kontrol menangkap nilai counter yg merupakan nilai digital dari nilai input analog yg sesuai.
Konverter A/D Kemiringan Ganda,
Biaya yg relatif sesertag serta perangkat berkecepatan lambat.
➽ Flash A/D Converter
Konverter A/D Flash
Disebut ADC paralel, gampang dimengerti. bekerja dengan membandingkan Tegangan Input, Sinyal Analog ke Tegangan Referensi, yg akan menso nilai maksimum yg dicapai oleh Sinyal Analog.
Contoh,
Jika Tegangan Referensi 5 volt, bahwa puncak dari sinyal analog akan menso 5 Volt. Pada ADC 8-Bit ketika sinyal input mencapai 5 volt akan menemukan 255 (1111 1111) nilai pada output ADC, yaitu nilai maksimum yg mungkin.
Referensi tegangan diturunkan melalui jaringan resistor serta pembanding lainnya dipadukan, sehingga tegangan input (Sinyal Analog) sanggup ketimbang dengan nilai lainnya.
Encoder Prioritas dilakukan memakai gerbang XOR serta serangkaian Dioda serta Resistor. Chip tunggal 74148 (Enkoder Prioritas 3-baris ke 8-baris).
➽ Sigma Delta Σ-Δ A/D Converter
Oversamples sinyal yg diinginkan oleh faktor besar serta menyaring pita sinyal yg diinginkan. Umumnya, jumlah bit yg lebih kecil dari yg diharapkan dikonversi memakai Flash ADC sesudah filter.
Sinyal yg dihasilkan, bersama dengan kesalahan yg dihasilkan oleh tingkat diskrit dari Flash, diumpankan kembali serta dikurangkan dari input ke filter. Umpan Balik Negatif ini mempunyai efek Noise yg membentuk kesalahan akhir Flash sehingga tidak muncul dalam frekuensi sinyal yg diinginkan.
Filter digital (filter penguraian) mengikuti ADC yg mengurangi laju sampling, menyaring sinyal bunyi yg tidak diinginkan serta meningkatkan resolusi output (Modulasi Sigma-Delta, pun disebut Delta-Sigma Modulation).
➽ Successive Approximation A/D Converter
Aproksimasi Bertambah A/D Konverter
ADC SAR, ADC yg paling modern serta jauh lebih cepat daripada kemiringan ganda serta ADC Flash alasannya yakni memakai budi digital yg menyatukan tegangan input analog ke nilai terdekat.
Sirkuit terdiri dari Komparator, Latch Keluaran, Successive Approximation Register (SAR) serta Konverter D/A.
SAR diatur ulang serta ketika transisi RENDAH ke TINGGI diperkenalkan, MSB SAR diatur. Kemudian output diberikan kepada konverter D/A yg menghasilkan analog setara dengan MSB, lebih jauh ketimbang dengan Input Analog Vin.
Jika keluaran komparator RENDAH, maka MSB akan dibersihkan oleh SAR, kalau tidak, MSB akan set ke posisi berikutnya. Proses berlanjut hingga semua bit dicoba serta sesudah Q0, SAR menciptakan garis output paralel berisi data yg valid.
[ Avionics Knowledge ] - [ The Computer Networking ]