Sejarah Indonesia Menurut Buku Sejarah

Advertisement

Sejarah Indonesia. Lantaran kondisi keamanan ibukota Jakarta (Batavia waktu itu) yang semakin memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno serta Hatta dengan memakai kereta api, geser ke Yogyakarta sekalian juga memindahkan ibukota. Meninggalkan Sutan Syahrir serta grup yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta. Perpindahan ke Yogyakarta dikerjakan dengan memakai kereta api, yang dimaksud dengan singkatan KLB (Kereta Luar Umum). Orang lalu beranggapan bahwasanya rangkaian kereta api yang dipakai yaitu rangkaian yang terbagi dalam gerbong-gerbong mengagumkan. Walau sebenarnya yang mengagumkan yaitu jadwal perjalanannya, yang diadakan diluar jadwal yang ada, lantaran kereta dengan perjalanan mengagumkan ini, mengangkut Presiden beserta Wakil Presiden, dengan keluarga serta staf, gerbong-gerbongnya dipilihkan yang istimewa, yang disiapkan oleh Djawatan Kereta Api (DKA) untuk VVIP. 

Sejarah Indonesia Menurut Buku Sejarah
Pernyataan van Mook tidak untuk berunding dengan Soekarno yaitu satu diantara aspek yang menyebabkan pergantian system pemerintahan dari presidensial jadi parlementer. Gelagat ini telah terbaca oleh pihak Republik Indonesia, karenanya satu hari sebelum saat kehadiran Sekutu, tanggal 14 November 1945, Soekarno juga sebagai kepala pemerintahan republik ditukar oleh Sutan Sjahrir yang seseorang sosialis dikira juga sebagai profil yang pas untuk jadikan ujung tombak diplomatik, bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di Belanda. Semoga artikel tentang sejarah indonesia bisa membantu anda.
Advertisement