Penyebab Gangguan Pencernaan Atau Heartburn

Advertisement

Sering bersendawa, perut kembung dan rasa mual setelah makan merupakan ciri utama dari gangguan pencernaan yang sering dialami penderita perut sensitif, seperti heartburn.


Hampir semua orang pernah mengalami gejala heartburn. Heartburn merupakan sebuah kondisi rasa nyeri atau panas pada perut Anda yang merupakan gejala dari kebanyakan acid reflux (asam lambung berlebih). 

Beberapa penyebab heartburn sudah diketahui dengan jelas, seperti makanan yang pedas. Tetapi ternyata selain makanan, ada juga beberapa penyebab lain dari heartburn tersebut, seperti berikut ini yang dikutip melalui Men's Health, 

Kopi
Tahukah Anda jika kopi, baik yang berkafein maupun non kafein, dapat menyebabkan heartburn? Penelitian menunjukkan bahwa kopi mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkan peningkatan asam di perut. Asam dari kopi dapat mengiritasi lapisan lambung yang menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. Minum kopi lebih dari dua cangkir cangkir ternyata dapat meningkatkan asam dalam perut. Jadi kurangilah kebiasaan minum kopi Anda jika tak mau terkena heartburn.

Ngemil Malam
Mendadak terserang rasa nyeri di dada saat akan tidur? Bisa jadi karena Anda makan sebelum beranjak naik ke kasur. Ketika Anda berdiri atau duduk, gaya gravitasi membantu menurunkan makanan dan air liur Anda sebagai antasid alami yang membersihkan kerongkongan. Ketika Anda tidur, Anda tidak lagi memiliki gravitasi dan memproduksi air liur. Bila Anda ingin makan, makanlah 2-3 jam sebelum tidur. 

Sabuk ketat
Penggunakan tali pinggang yang ketat meningkatkan tekanan dalam perut. Hal ini menyebabkan isi perut Anda mendorong lebih keras katup yang menyimpan makanan dalam perut.

Berat Badan
Salah satu resiko terbesar terjadinya heartburn adalah obesitas. Semakin berat badan seseorang, maka kemungkinan mengalami heartburn akan semakin besar. Berlebihnya lemak di perut serta senyawa kimia yang dilepaskan oleh lemak tubuh sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya. Sebuah penelitan yang dilakukan pada tahun 2003 yang dimuat di the Journal of the American Medical Association menemukan bahwa resiko untuk mengalami gejala asam lambung akan meningkat seiring dengan meningkatnya BMI kita. Hubungan tersebut juga lebih terlihat pada wanita dibandingkan pria (terlebih pada wanita yang mengalami pre menopause).
Advertisement